Remaja Galau
Halo, Guys! Sedang apa sekarang?
Sedang
galau? Atau, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti pikiran sedang
kacau-balau engga karuan? Upps… kalau salah maaf ya. Tapi saya tulis ini memang
untuk para remaja yang sedang galau.
Saya
ngga bisa menjamin kamu engga akan galau seumur hidup kamu, karena kita manusia
dianugrahi perasaan. Perasaan itu sesuatu yang sangat halus dalam diri kita.
Saking halusnya, perasaan gampang sekali di bolak-balik. Makanya, muncul
istilah mood-mood-an atau perasaan yang suka jugkir balik sendiri .. :D
Pagi
happy, siangnya sensi.
Siang
bĂȘte, malemnya rese. Hehe
Pokoknya
kalau diibaratkan, moody atau perasaan gajebo itu ibarat kuda liar yang
berlari-lari dipadang rumput. Kita sebagai penunggangnya harus berlarian kesana
kemari mengejar kuda liar itu. Capek kan jadinya ??
Sama
seperti kalau kita selalu menuruti perasaan kita. Selalu mengikuti arah mood
kita mau kemana. Mood lagi jelek, kita ikutan jutek. Kalau mood
itu selalu kita ikuti, pasti diri kita akan capek dan lelah sendiri, bukan?? Kita
akan merasa hidup engga tenang. Misalnya begini, bayangkan kamu sedang
berada dalam sebuah pertemuan kelas, semua murid berusaha menyapamu dengan
riang. Tapi karena mood kamu lagi jelek gara-gara nilai ulangan anjlok, kamu
pun enggan membalas sapaan mereka. Padahal salah satu teman yang menyapamu
adalah teman yang mau memberikanmu oleh-oleh karena habis jalan-jalan. Saat ia
melihat wajau cemberutmu, ia pun enggan memberikan oleh-oleh itu daripada
dikasih muka bertekuk .. Nah, gara-gara kita mengikuti mood jelek,
hilang deh rezeki oleh-olehnya ..
Jadi,
kita harus bagaiman dong?? Remaja kan memang dalam kondisi labil. Makanya, ada
istilah ABABIL alias ABG Labil.. hehe. Ibaratnya remaja itu adalah manusian yang
sedang berjalan di titian tali temali. Diujung titian itu ada sebuah jalan masa
depan. Kalau kita ngga bisa melaluinya, jatuhlah kita dalam lubang kegagalan
yang berkepanjangan .. Seperti apa lubang gelap itu?? Ini contohnya : Pesta
pora tak tentu arah, merokok, nge-drugs, melakukan hubungan seksual diluar
nikah, nongkrong tanpa tujuuan, atau sekedar hura-hura menikmati masa remaja.
Jadi, hari-hari yang kita lalui kosong melompong engga ada artinya. Aduh, engga
banget deh!!
Mood
jelek yang meledak-ledak engga akan pernah membawa kebaikan. Manusia yang
dewasa adalah manusia yang mau berubah. Masalahnya, apakah kita harus menunggu
dewasa dulu baru berubah? Tentu engga! Kita harus mulai mengubah diri kita
sejak sekarang!
Setiap
niat baik manusia pasti akan didukung oleh Tuhan. Perubahan niat akan merubah
pola pikirmu. Sekecil apapun perubahan pola pikir maka akan mengubah perbuatan
kita. Hal-hal yang kecil akan menjadi
besar bila dilakoni terus-menerus. Engga ada yang bisa membuat kita menjadi
remaja lebih baik bila bukan kita yang membuatnya.
+
